Menjadi Guru Adalah Prinsip Sepanjang Hayat

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

SETIAP HARI ADALAH KESEMPATAN BARU

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 16 Juli 2024

AKSI NYATA MODUL 1.1

AKSI NYATA MODUL 1.1 
Filosofi Ki Hadjar Dewantara 

Saalam Guru Penggerak " Tergerak, Bergerak, Menggerakkan" 
Joni Juli Yandra, S.Pd. 
Calon Guru Penggerak Angkatan 11
Kabupaten Bungo 


Perasaan saya setelah mengikuti pendidikan guru penggerak modul 1.1 Sebagai guru, saya memahami tujuan pendidikan untuk menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka mencapai kebahagian setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Setelah memahami modul ini saya dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang sudah saya lakukan sebelumnya sehingga proses pembelajaran yang saya laksanakan lebih menghamba pada murid. Selanjtnya saya menyadari untuk mengembangkan potensi yang ada pada diri siswa tidak bisa saya lakukan sendiri, saya harus membangun kolaborasi dengan berbagai elemen sekolah mulai dari pengawas, kepala sekolah, rekan pendidik, dan wali murid agar saya dapat menggali potensi murid dengan tetap memperhaikan karakteristik siswa dalam mempersiapkan murid di masa depan menjadi selamat dan bahagia. Saya sebagai guru lebih tergerak untuk melakukan perbaikan dalam praktik pengajaran di kelas. Selama melakukan perbaikan, saya merasa pembelajaran yang saya laksanakan menjadi lebih menyenangkan, murid lebih bersemangat dan antusias mngikuti pembelajaran.

Ide atau gagasan yang timbul sepanjang proses perubahan sebagai berikut :
1. Perubahan pada rancangan pembelajaran yang terpusat pada murid, dengan pendekatan yang menempatkan murid sabagai fokus utama dalam pembelajaran. Sehingga murid bisa mengembangkan potensi yang dimilikinya.
2. Perubahan metode pembelajaran yang sebelumnya monoton dengan satu metode saja kini sudah lebih bervariasi. Sehingga pembelajaran saat ini lebih interktif, kolaboratif, mandiri dan menyenangkan. Seperti penerapan pembelajaran berbasis game, bebas dari tekanan,dan menyenangkan.
3. Pembelajaran dan pengalaman dalam bentuk catatan praktik baik yang saya lakukan yaitu Saya berkolaborasi dengan  teman sejawat untuk berdiskusi menyiapkan perangkat pembelajaran serta mempersiapkan lingkungan belajar yang nyaman. Pada kegiatan pembelajaran saya menyajikan materi pembelajaran dalam bentuk bahan ajar dan LKPD untuk memudahkan murid dalam memperoleh bahan pembelajaran sehingga murid lebih mudah untuk memahami tujuan pembelajaran.

Rangkaian pelaksanaan  (perencanaan, penerapan, dan refleksi) aksi. Pertama saya berkonsultasi dengan kepala sekolah dan guru untuk menyusun materi dan LKPD.  pembelajaran yang dapat menuntun peserta didik agar  dapat menemukan kemerdekaannya dalam belajar yaitu dapat memahami kalimat-kalimat toyyibah dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.



Pada saat penerapan aksi di kelas, saya membuka pembelajaran dengan ice beraking yang seru dan semangat. Pada awal kegiatan pembelajaran ini terlihat siswa-siswa sangat aktif dan sangat menikmati ice breaking.
Sebagai pertanyaan pemantik saya menanyakan "apakah yang akan mereka ucapkan disaat perut kenyang setelah makan?".
Secara serentak siswa saya menjawab "Alhamdulillah" sambil mengusap perut dan tersenyum. Setelah menjelaskan makna dan tujuan kalimat toyyibah, siswa disusun membuat pola lingkaran, masing-masing anak mendapat satu lembar kertas yang berisi kalimat-kalimat toyyibah yang siap diwarnai. Masing-Masing anak hanya boleh mewarnai dengan satu warna saja dalam waktu satu menit, kemudian masing-masing anak memberikan kertas tersebut ke teman sebelahnya dan menyambung warna yang sudah diberikan oleh teman sebelumnya. Begitu terus berpuutar hingga kalimat-kalimat toyyibah itu diwarnai dengan sempurna.
Setelah pewarnaan selesai, masing-masing anak membacakan kalimat toyyibah yang dipegangnya dan menyampaikan kapan waktunya kalimat tersebut dibacakan secara bergantian. Diakhir pembelajaran, Siswa merefleksikan pembelajaran dengan menyebutkan kalimat-kalimat toyyibah secara bersama-sama.





Testimoni Dari Rekan Sejawat

Umi Kalsum S.Pd.

"Perubahan pembelajaran yang di lakukan oleh Bpk. Joni sudah sangat baik. Hal ini terlihat dari awal pembelajaran yang sudah sangat terencana dan berkonsultasi dengan teman sesama guru. Sehingga penyusunan materi dan lembar kerja siswa menjadi lebih matang dan siap untuk diterapkan di sekolah. Pada saat penerapan terlihat siswa sangat bahagia dan antusias apalagi pada saat mewarnai kalimat toyyibah secara bergantian, keiatan ini menampakkan bahwa pembelajaran sangat aktif dan terbangun kolaborasi antar siswa dimana siswa harus mampu menyesuaikan warna yang cocok untuk menyambung warna sebelumnya sehingga menjadi sebuah karya yang baik. di akhir pembelajaran terlihat siswa mampu menghafal kalimat-kalimat tersebut tanpa paksaan dan mereka hafal dengan sendirinya pada saat mewarnai tadi."






JURNAL HASIL PEMANTAUAN PEMBELAJARAN DARING (MODUL 1.1)

Kegiatan Mulai Dari 
• Pada modul 1.1 Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara adanya prinsip trilogy pendidikan, kodrat alam, dan kodrat zaman hingga konsep manusia merdeka. Dari semua modul 1.1 ini garis merahnya adalah konsep mendidik adalah menuntun. CGP Joni Juli Yandra mengimplementasikan dengan terus menuntun murid tanpa memberikan rasa takut dan menjadikan murid sebagai sahabat agar murid merasa bahagia dalam dunianya. CGP Joni Juli Yandra selalu semangat dan aktif dalam memotivasi teman-teman CGP lainnya. Selain itu, CGP Joni Juli yandra rajin berkomentar dan konsultasi dengan Fasilitator dan Pengajar Praktik.

Kegiatan Eksplorasi Konsep 
Melalui kegiatan menyimak video dan membaca 3 tulisan KHD. CGP Joni Juli Yandra sudah dapat mengenal lebih dekat konsep pemikiran KHD tentang tujuan dan asas Pendidikan berdasarkan pengalaman pembelajaran yang berpusat pada murid (student cener). CGP joni Juli Yandra dapat menyelesaikan tugas di LMS pada kegiatan Eksplorasi konsep dengan baik. 

Kegiatan Ruang Kolaborasi Sesi 1 CGP Joni Juli Yandra hadir tepat waktu pada kegiatan ini dan aktif menyampaikan pendapat serta berbagi pengalaman dengan CGP lainnya di ruang Diskusi Virtual melalui G Meet. CGP Joni Juli Yandra dapat mengikuti kegiatan ini Bersama fasilitator, Pengajar Praktik, dan bekerja sama dengan CGP lainnya yang tergabung dalam kelompok 2 yang berjumlah 5 orang dan ditunjuk sebagai ketua kelompok. 

Kegiatan Ruang Kolaborasi 2 
Pada kegiatan ruang kolaborasi sesi 2, CGP Joni Juli Yandra mengikuti ruang diskusi virtual Bersama fasilitator, pengaar praktik, dan CGP kelas 11.05. BGP JAMBI dengan baik. CGP Joni Juli Yandra tergabung dalam kelompok 2 bertugas sebagai penanggap berkolaborasi dengan 4 CGP lainnya. Yakni CGP Mimiriyanti, CGP Andrea Eka Lara, CGP Nur Haida, dan CGP Nofi Karyani yang mempersentasikan hasil diskusi tentang konsep pemikirn KHD dan kaitannya dengan sosio cultural daerah local. Kegiatan persentase diskusi kelompok berjalan denga lancer, kelompok ini memaparkan budaya Lubuk Larangan yang relevan dengan Pendidikan karakter dan budi pekerti. CGP Joni Juli Yandra menambahkan bahwa konsep tradisi lubuk larangan ini bisa di kembangkan di sekolah dalam membentuk perilaku dan karakter baik pada diri anak terutama dalam hal menjaga lingkungan dan kepatuhan terhadap komitmen Bersama. Selanjutnya kelompok ini sepakat akan terus mengangkat dan mengembangkan budaya kearifan local agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Kegiatan Demonsrasi Kontekstual CGP Joni Juli Yandra membuat tugas kegiatan demonstrasi kontekstual dalam bentuk video yang di unggah di youtube dan memasukkan link ke dalam LMS. Pemamparan yang disampaikan dalam video sangat testruktur dan sistematis serta dilengkapi dengan demostrasi penerapan ide/gagasan sesuai dengan pemikiran KHD. Kegiatan Elaborasi Pemahaman CGP Joni Juli Yandra hadir tepat waktu pada kegiatan elaborasi pemahaman Bersama insturktur nasional Teguh Purwantari pada hari Kamis, 27 Juni 2024. CGP Joni Juliyandra aktif menyimak dan memberikan jawaban atas pertanyaan dari instruktur di Ruang Diskusi Virtual dan mengisi refleksi pada link Padled serta lansung mengsi jurnal penilaian CGP pada instruktur. 

Kegiatan Koneksi Antar Materi 
CGP Joni Juli Yandra membuat tugas kegiatan koneksi antar materi dalam bentuk video yang di unggah di youtube danmemasukkan linknya ke dalam LMS. CGP joni Juli Yandra dapat membuat kesimpulan dan menjawab pertanyaan koneksi antar materi yang ada di LMS dengan baik. CGP Joni Juli Yandra sudah menunjukkan adanya perubahan positif setelah mendalami modul 1.1 yakni dari teacher center menjadi student center, pembelajaran yang menyenangkan dan mengutamakan Pendidikan karakter yang mencerminkan pemikiran KHD. 

Kegiatan Aksi Nyata 
CGP Joni Juli Yandra sangat enjoyable saat melakukan prubahan di kelas. Saat melakukan perubahan, seorang pendidik harus memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman murid dengan menyesuaikan penggunaan penedkatan, strategi, metode, Teknik pembelajaran, dan media yang mampu melayani berbagai gaya belajar baik audio, visual, dan kinestetik yyang lebih dikenal dengan pembelajaran berdiferensiasi. Ide atau gagasan yang timbul sepanjang proses perubahan : Mengenal kodrat murid masing-masing melalui tes dianostik non kognitif, membuat keyakinan kelas dan merancang konsep pembelajaran yang menyenangkan dan berpihak pada murid. Pembelajaran dan pengalaman dalam bentuk catatan praktik baik: Pembelajaran yang menyenangkan dan berpihak pada murid dikemas dalam bentuk permainan mampu meransang setiap perkembangan murid sesuai dengan usianya. Setiap anak adalah unik, anak memiliki potensi yang berbeda-beda dan tugas seorang pendidik adalah menuntunya. CGP Joni Juli Yandra sudah mendokumentasikan kontribusi nyata penerapan pemikiran Ki Hajar dewantara di sekolah dan membawa perubahan positif mulai dari diri sendiri yang selanjutnya bisa menjadi role model khususnya bagi murid dan juga rekan sejawat.

Kamis, 16 Januari 2014

SANGGAR KUBU BUNGO

sekali koh awak dak nak nulis apo apo,,,cuma nak ngasih nengok photo kegiatan Sanggar KUBU BUNGO, Itu ajo. neh kmaren kito mendadak di undang di Pestival Music Ethnic Nasional di Taman Pemuda Cibubur yang di selenggarakan KEMENPORA. dengan persiapan sehari mulai dari rekrut team, siapin alat musik, aransment, trus latihan. kami selesai kan dalam waktu setengah hari ajo. lepas tuh malam nyo kami berangkat ke jambi sampai di sano pagi jam 06 : 00 WIB. jam 7 sayo berangkat ke galeri batik jambi untuk beli bahan untuk kostum nampil. bayangkan nco ntah kayak mano nak buat nyo kostum ajo baru di beli bahan nyo. pagi jam 10 kami berangkat dak pakai mandi lagi.hehheeh biasolah orang dusun ke kota...tapi bagai mano pun kami ko tetaplah elok elok galo...
iko photo nyo awak bagikan..
 Hanny ama Syamsimar pakai tengkuluk bakul balik mandi kreasi Andra

 Ii', Andra, Atta, Nanda PD gak PD namanya juga kostum etnhic garapan dadakan HAHHHAHHA

 Kontingen Prov. Jambi Sanggar Kubu Bungo, Atta, Andra, Ii, Hanny, Putra, Nanda

 Andra dengan Kulintang Kayu dan Talempong

 Beliau ne sebenar nya gak penting,,, hahah tapi nggak ada beliau gak berangkat. H. Marwan Fadli SH 
( Ketua KUBU BUNGO )

 Kontingen Bali
 kontingen SuroKarto


 Kontingen Makasar

 Kontingen Madura

Kamis, 15 Agustus 2013

TENGKULUK SIMBOL KELUHURAN BUDI WANITA JAMBI

Tengkuluk berarti penutup kepala dan sering disebut takuluk atau kuluk. Selain berfungsi sebagai salah satu pelengkap busana tradisional, tengkuluk  juga bisa digunakan dlm acara formal, pesta adat serta pelindung kepala saat di sawah. Seiring bergulirnya waktu, fungsi tengkuluk tidak hanya sekedar penutup kepala saja, tetapi menjadi lebih kompleks, sebagai alat atau penunjuk agama dan status sosial. Hingga kini, tengkuluk masih tetap setia menjadi simbol kecantikan dan keluhuran budi wanita Melayu Jambi. hingga saat sekarang tengkuluk dalam bentuk asli masih di pakai oleh orang - orang tua di dusun dusun, yang mena penggunaan tengkuluk yaitu dengan melilitkan kain di atas kepala sesuai dengan pungsinya, tanpa menggunakan peniti ataupun jarum. cerminan keluhuran budi terlihat pada saat wanita wanita jambi hendak keluar rumah mereka tetap akan menutup kepala mereka. di dalam islam ini di wajibkan karna menutup aurat itu wajib. di dalam adat ini mencerminkan kesopanan dan penghormatan terhadap ninek mamak. karna jika wanita yang keluar rumah tanpa menutup kepala pada masa itu di anggap sebagai wanita yang tidakpunya kesopanan. selain itu cerminan keluhuran budi wanita melayu juga terlihat pada saat menerima tamu lawan jenis ke rumah. maka wanita empunya rumah belum akan keluar untuk menyambut tamu atau menghidangkan minuman sebelum dia menutup kepalanya minimal dengan melilitkan tengkuluk di atas kepalanya.
sorang nenek dengan baluta tengkuluk hariannya

keluar rumah tetap pakai tengkuluk
tengkuluk ke humo / ketalang petang
di rumah membuat ambung tetap pakai tengkuluk
tengkuluk cincin duo di acara adat


Menurut Budayawan Jambi, Junaidi T Noor, berdasarkan sejarah Tengkuluk diambil dari patung perempuan mengenakan pentutup kepala di Lahat, Sumsel, Pada masa sebelum Masehi, tepatnya pada zaman Melayu Tua.
Seorang wanita yang mengenakan tengkuluk akan terlihat anggun dan berwibawa. hingga saat ini di era modern. penggunaan tengkuluk masih di pakai para wanita jambi di acara - acara resmi. seiring dengan perkembangan zaman wanita jambi saat ini yang menggunakan tengkuluk hanya wanita yang berusia rata-rata 40 tahun keatas. hal ini di sebabkan bergesernya nilai dan norma kesopanan, serta jilbab di pandang lebih simpel dan mudah pemasangannya dari pada tengkulik. namun di sisi lain pengguna jilbab tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan tengkuluk, karana ratu munawarah sudah mengembangkannya hingga tengkuluk bisa di pakai walaupun bagi wanita yang berjilbab. bahkan sudah merambah pada komunitas hijabers yang mengembangkan bentuk tengkuluk menjadi lebih modis dan sesuai dengan padu padan busana muslimah saat ini. dan ini tentunya menjadi salah satu motivasi bagi masyarakat jambi untuk memasyarakatkan tengkuluk pada masyarakat luar jambi hingga nasional. karna songket atau kain batik jambi memang memiliki motif yang sangat unik dan memadukan antara klasik dan modren. sehingga pengguna kain ini akan terlihat nuansa ethnik namun tetap modis...

Ada aturan dalam memasang tengkuluk, yaitu apabila kain menjuntai ke arah kanan menandakan bahwa wanita itu telah bersuami dan apabila kain menjuntai ke arah kiri berarti ia adalah seorang gadis. pemakaian tengkulukpun bervariasi, mulai dari pemakaian yang simpel hingga membutuhkan keterampilan khusus.
Di Jambi sendiri ada tengkuluk yang memiliki 86 jenis lipatan, tapi yang sudah dibukukan baru 42 jenis. Beberapa jenis tengkuluk diantaranya Bunga Rampai, Daun Jeruk, Daun Sirih Terurai, Pulau Rengas,Tekuluk Pinang, Tekuluk Pedado dan Tekuluk Cempako. Banyaknya lipatan pada tengkuluk menunjukkan perbedaan masing-masing wilayah di Provinsi Jambi. Tengkuluk untuk Kabupaten Merangin memiliki 40 lipatan.



Rabu, 14 Agustus 2013

TRADISI LISAN KUNO MELAYU JAMBI

 Tradisi lisan, budaya lisan dan adat lisan adalah pesan atau kesaksian yang disampaikan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pesan atau kesaksian itu disampaikan melalui ucapan, pidato, nyanyian, dan dapat berbentuk pantun, cerita rakyat, nasihat, balada, atau lagu. Pada cara ini, maka mungkinlah suatu masyarakat dapat menyampaikan sejarah lisan, sastra lisan, hukum lisan dan pengetahuan lainnya ke generasi penerusnya tanpa melibatkan bahasa tulisan.
salah satu pewaris tradisi tutur di kab. Kerinci

Jambi sebagai salah satu kelompok subetnis Melayu di Nusantara, memiliki khazanah sastra yang cukup banyak, yang disebut dengan sastra Melayu Jambi. Maizar karim mengatakan Pada umumnya sastra Melayu Jambi yang sampai kepada kita berasal dari periode datangnya Islam, yaitu akhir abad ke-13—16. Walaupun demikian, tidak jarang sastra itu mencerminkan juga bentuk-bentuk folklore Melayu Jambi dan nilai-nilai seni dari zaman Hindu-Budha, yaitu abad-abad pertama sampai dengan pertengahan abad ke-14 M. Teks-teks sastra tersebut merupakan sumber yang dapat menambah wawasan dan pemahaman atas sebagian warisan budaya nenek moyang. Ia memiliki nilai yang sangat tinggi, yang di dalamnya terkandung alam pikiran, perasaan, adat-istiadat, kepercayaan, dan sistem nilai masyarakat Melayu Jambi masa lampau.

Dari beberapa pemahaman tersebut, dapat kita pahami bahwa jambi sangat kaya dengan budaya yang berbentuk tradisi lisan yang berkembng di tengah masyarkat hingga saat sekarang. dan sastra yag berbentuk tradisi lisan ini memiliki khas dan keagungan tersendiri bagi msyarakat jambi itu sendiri.karya cipta masyarakat ini tidak hanya menggambarkan permukaan. tapi, juga menggambarkan perasaan di dalam jiwa masyarakat.yang memiliki nilai hubungan antara manusia dengan sang pencipta, manusia dengan alam, manusia dengan manusia,dan manusia dengan dirinya sendiri. 
sehngga dengan adanya upaya penjagaan,regenerasi, penurunan, dan upaya melestarikan tradisi lisan ini akan menambah kekayaan budaya bangsa serta menjadi khasanah nusantara khususnya jambi itu sendiri. karna Jambi akan di kenal oleh masyarakat luar melalui budaya yang unik dan di jaga serta menjadi bagian bagi masyarakat jambi. 

Minggu, 11 Agustus 2013

SASTRA LISAN KRINOK

Mestro Krinok Rantau Pandan


Krinok merupakan salah satu tutur kata yang di lantunkan dengan irama dan di iringi melody sehingga menjadi lagu yang bersifat free meter, cengkok yang khas di dalam lantunan krinok ini memberikan nilai keindahan tersendiri bagi penikmat kesenian ini.

Krinok pada awalnya di tutur atau di lantunkan sebagai pelampiasan perasaan / ekpresi emosi penutur itu sendiri tampa iringan musik atau melodi apa pun, sehingga lirik atau kata- kata yang di lantunkan bersifat free atau bebas sesuai dengan suasana hati penutur pada saat itu. rasa rindu, iba, hina, dan beragam rasa lainnya di tuturkan dalam bentuk pantun yang di lantunkan sesuai dengan irama krinok. yaitu vocal tunggal dengan tutur yang bernada tinggi.

Seiring dengan perkembangan zaman. kesenian ini beranak dari tradisi lisan menjadi sebuah pertunjukan yang di iringi dengan biola, gong, gendang, dan kulintang kayu. dan menjadi musik latar dalam sebuah pertunjukan tariu tauh yang sering di tampilkan pada saat berelek gedang atau baselang dalam masyarakat adat kabupaten BUNGO.

Krinok pada generasi awal mendapat pertentangan dalam kalangan ulama' dan pegawai syra', hal ini di sebabkan liriknya yang berisi ratapan yang seakan akan mengkufuri ni'mat yang sudah di berikan tuhan. juga dari kalangan masyarakat adat yang mana kesenian ini juga terkadang dapat menyebabkan perceraian dalam rumah tangga di sebabkan rasa cemburu berlebihan sang istri di kala suaminya ikut menari tauh atau berbalas pantun krinok dengan wanita lain atau sebaliknya, di dalam suatu pesta. makanya masyarakat adat pun memandang hal ini menjadi penyebab rusaknya tatanan rumah tangga dan adat.
Namun sesuai dengan perkembangan zaman hal tersebut tidak terjadi lagi. karena pola pemikiran masyarakat yang sudah modren, dan hanya menganggap kesenian ini sebagai sebuah pertunjukan hiburan biasa yang aplikasinya hanya sebatas di panggung saja. Sehingga hal tersebutlah yang menadi dasar bagi mana krinok itu dapat di pertahankan sebagai khasanah budaya yang berakar dari tradisi lisan masyaraka melayu kuno.

Mulya Jaya dalam tulisannya Mengatakan Dinamika krinok di Kabupaten Bungo berkaitan erat dengan perkembangan kebudayaan melayu jambi dan minangkabau. Kebudayaan merupakan hasil cipta, rasa dan karsa manusia oleh karenanya kebudayaan dengan sendirinya akan mengalami perubahan dan perkembangannya seiring dengan kehidupan manusia. Perkembangan diarahkan demi kepentingan manusia karena kebudayaan diciptakan oleh dan untuk manusia sendiri.

Berikut penulis tuliskan beberapa lirik krinok behibo hati yang sudah pernah di tampilkan di beberapa pementasan seni di daerah

KRINOK BAHIBO
oleh : ANDRA JULIANDRA

( sampiran )
hooooo ho ho hoiiiiiiiiiiiiii dek
hoooooo hoooo hoooiiiiiiiiii apo di arapppp yoooooo dek kepado padi
apoo di haraaap eyooooo dek kepado padi
babuah idak bahumo idak
buah nan ado lah hampo puloooooooo
la hamppooooo puloooo yoooooooooo dek 

tinggi nian kau durian
tinggi manyulang si mao aghi
mano pulak tumbuh sebatang
idak selaghik lah dingan kanti
dingan kantiiiiiiii yooooooooooo dek sayang hoiiiiii

( jawab )
hooooooo hoho hohooiiiiiiiiiiiiiiiiii apo di harapppppp yoooooo dek kepado kami
apo di harrraaaaappp yoooooo dek keapdo kami
batuah idak bagheto idak
tuah nandi lah hino puloooo
lahinooooooo puloooo yyoooo dek 

malang nian lah nasip badan
sukat aku lain di kanti
idak sajunjung dingan kacang
idak selaghik dengan padi...
dingan padieeeeeeeeeeyooooooo dek sayang hoiiiii

lirik tergantung lagheh atau bentuk tutur yang akan di lantunkan
bisa pantun 4 bait, 6 bait, atau pantun 8 bait seperti yang sudah penulis sampaikan.
namu terlepas dari apa dan bagaiman pun itu, jika kesenian ini benar benar di lantunkan dari perasaan, maka kata- kata yang akan di tuturkan akan datang dengan sendiri sesuai dengan imijinasi dan perasaan penutur pada saat itu. sehingga ini lah sebab kenapa tidak ada lirik baku dari kesenian krenok ini

untuk video silahkan kunjungi http://www.youtube.com/watch?v=gZRsjDBfpIQ



JAMBI NEGERI SELOKO

Susilo Bambang Yudhoyono
sri paduko maharajo notonegoro

Negeri jambi..negeri melayu yang lah tenamo dari zaman dahulu kalo, di pimpin oleh rajo nan alim bijaksano. mulai dari ujung jabung sampai durian di takuk rajo, dari sialang balantak besi hinggo bukit tambun tulang. tuan benamo datuk paduko berhalo dengan ratu putri selaras pinang masak. dengan putro rangkayo hitam nan gagah perkaso..di lingkung adat dengan agamo. yang sudah tersebut di dalam seloko melayu jambi

Lautnyo sakti rantaunyo batuah
aek nyo jenih ikannyo jinak
rumputnyo panjang kerbaunyo gemuk

bungin di pulau menjadi emas
batu di gunung menajdi intan
lalang di tanam bebuah padi
cekur di lambuk kuning isi nyo
kayu di rimbo babungo perak
tanaman di humo babungo suaso

bumi senang padi menjadi
negeri aman kampungnyo rami
ke ayek cemetik keno
ke darat durian runtuh
dilaman terenak beembang biak
naik umah anak pun lahir
masuk dapur lemang tebujur

apo di pintak apo dapat
mano di kendak segalo ado
selagi basebut selagi banamo
sekali pinto sekali belaku
balak jauh penyakit lepeh

segalo itu di dapat dan di rasokan kareno segalo masyarakat hidup besamo saling tolong menolong, sesuai dengan kato seloko

tudung menudung bak daun sirih
taup bataup bak unak ketam
jait ba jait bak daun petai

betemu empang unak samp di teteh
betemu empang batang samo di kabung
betemu empang batu samo di kalik

naik samo ke ateh puncak nan satu
turus samo kebawah luhak nan dalam

bulan baik saling menjelang
berelek samo bagendang
malang samo baibo
muju samo balabo

dak ado kusut nan idak di selesai
dak ado keruh nan idak di jernihkan
agamo di kerjo
adat di pegang
tuah di jago