Rabu, 17 Juli 2024
1.2.j. Koneksi Antar Materi - Modul 1.2 Nilai & Peran Guru Penggerak serta kaitannya dengan modul 1.1. Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara
Peristiwa:
Momen yang paling penting atau menantang atau mencerahkan bagi saya dalam proses pembelajaran Modul 1.1 hingga Modul 1.2
Setelah mengikuti materi PGP modul 1.1, saya mendapatkan ilmu dan masukan yang sangat banyak. Di modul ini saya mendapatkan ilmu tentang filosofi pemikiran Ki Hadjar Dewantara dimana sebagai seorang guru saya memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan dan pengajaran yang menunutun kodrat siswa untuk bisa berkembang secara maksimal. Kodrat alam merujuk pada potensi dan bakat alami yang dimiliki setiap anak sejak lahir. Pendidikan harus menghargai dan mengembangkan potensi ini tanpa mengubah atau memaksakan sesuatu yang bertentangan dengan sifat alami anak. Selanjutnya Kodrat zaman mengacu pada konteks sosial, budaya, dan lingkungan di mana seseorang hidup. Pendidikan harus relevan dengan kebutuhan zaman dan dapat menyiapkan anak untuk menghadapi tantangan masa depan.
Dalam praktiknya guru harus berpihak kepada murid. Pembelajaran yang berpihak kepada murid adalah pendekatan pendidikan yang menempatkan kebutuhan, minat, dan potensi murid sebagai pusat dari proses pembelajaran. Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan memberdayakan murid agar mereka dapat mencapai potensi penuh mereka.
Setelah mempelajarai modul 1.2 tentang nilai-nilai dan peran guru penggerak. Saya mendapat pengetahuan tentang nilai-nilai yang harus dimiliki oleh guru penggerak yaitu Berpihak kepada murid, mandiri, reflektif, kolaboratif, dan inovatif. Dan peran guru penggerak yaitu menjadi pemimpin pembelajaran, menggerakkan komunitas praktisi, menjadi coach bagi guru lain, mendorong kolaborasi antar guru, dan mewujudkan kepemimpinan murid.
Momen yang paling menantang adalah dimana para guru CGP merefleksi apa yang dilakukan selama ini di sekolah. Melalui refleksi dan diskusi di ruang kolaborasi para peserta dapat berbagi praktik baik yang sudah dilaksanakan disekolah masing-masing sehingga dapat memberikan ide-ide baru terkait penerapan filosofi pendidikan Ki hadjar Dewantara di Sekolah.
Kaitan antara modul 1.1 dan 1.2 yang saya fahami adalah bahwa nilai dan peran guru penggerak memiliki peran penting dalam mencapai tujuan pendidikan nasional dengan menerapkann filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara melalui konsep merdeka belajar untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.
"Gambar persentase dan diskusi di ruang kolaborasi 11.05.BGP JAMBI.LOMOK MANIK"
Perasaan:
Saat momen itu terjadi saya merasa seperti bagaikan sebatang pohon di tanah gersang yang mendapat siraman air. Seketika mendapatkan energi yang luar biasa untuk tumbuh dan berkembang hingga mampu menaungi dan menghasilkan. Ternyata masih banyak yang harus saya gali dan pelajari untuk dapat merealisasikan pemikiran Ki Hadjar Dewantara. Dalam konteks pendidikan, metafora ini dapat menggambarkan bagaimana pembelajaran yang berpihak kepada murid dapat menjadi sumber daya yang menghidupkan dan memberdayakan murid, meskipun dalam kondisi yang mungkin tampak tidak mendukung.
Dalam kontek pendidik saya mengibaratkan diri saya sebagai sebatang pohon, sedangkan tanah gersang menggambarkan kondisi dan apa yang telah saya terapkan saat ini, selanjutnya air menggambarkan ilmu-ilmu dan pengelaman yang saya dapatkan selama mengikuti kegiatan pendidikan calon guru penggerak. Dalam konteks siswa saya mengibaratkan siswa saya sebagai sebatang pohon, sedangkan air menggambarkan energi baru yang saya berikan kepada mereka sehingga mereka bisa tumbuh dan berkembang sesuai dengan kodrat dan komptensinya masing-masing.
Pembelajaran:
Sebelum momen tersebut terjadi saya berpikir bahwa...sekarang saya berpikir bahwa peserta didik merupakan objek dalam pembelajaran yang harus saya bentuk sesuai dengan keinginan dan kemampuan saya, sekarang saya berpikir bahwa saya harus membantu peserta didik dalam proses belajar sesuai kebutuhan mereka. Selanjutnya saya juga beranggapan pendidikan hanya tentang memberikan informasi dan ilmu kepada peserta didik. Namun, sekarang saya memahami bahwa pendidikan juga melibatkan pembentukan karakter dan budi pekerti yang baik, serta pentingnya memahami perbedaan individualitas peserta didik dan mengakomodasi kebutuhan mereka secara berbeda.
Penerapan ke depan (Rencana):
Apa pengembangan diri yang sederhana, konkret dan rutin yang dapat saya lakukan sendiri dari sekarang, untuk membantu menguatkan nilai-nilai dan peran saya sebagai Guru Penggerak?
Untuk menguatkan peran saya sebagai guru penggerak saya berencana untuk melakukan refleksi diri secara teratur setelah setiap pembelajaran atau interaksi dengan peserta didik. Saya harus memulai dari assemen diagnostik di awal tahun pembelajaran ini untuk mencari tahu potensi, masalah, dan gaya belajar siswa sebagai bekal saya untuk merencanakan pembelajaran yang berpihak kepada murid. Saya juga akan terus mengembangkan kegiatan pembelajaran yang lebih diferensiasi dan mendorong kolaborasi serta partisipasi aktif dalam pembelajaran. dan saya juga melakukan pengembangan diri dengan terus belajar. Dengan begitu, saya yakin bahwa saya dapat menjadi guru penggerak yang lebih baik dan memberikan dampak positif pada peserta didik saya.
Sebagai ketua KKG PAI Kec. Muko-Muko bathin VII keinginan mengembang kolaborasi dan refleksi saya bertambah kuat. Bahwa saya bisa menggerakkan komunitas ini untuk bersama melakukan berbagai praktik dalam pembelajaran agar menjadi lebih menyenangkan dan diminati siswa.
Selasa, 16 Juli 2024
AKSI NYATA MODUL 1.1
AKSI NYATA
MODUL 1.1
Filosofi Ki Hadjar Dewantara
Saalam Guru Penggerak
" Tergerak, Bergerak, Menggerakkan"
Joni Juli Yandra, S.Pd.
Calon Guru Penggerak Angkatan 11
Kabupaten Bungo
Perasaan saya setelah mengikuti pendidikan guru penggerak modul 1.1
Sebagai guru, saya memahami tujuan pendidikan untuk menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka mencapai kebahagian setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.
Setelah memahami modul ini saya dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang sudah saya lakukan sebelumnya sehingga proses pembelajaran yang saya laksanakan lebih menghamba pada murid.
Selanjtnya saya menyadari untuk mengembangkan potensi yang ada pada diri siswa tidak bisa saya lakukan sendiri, saya harus membangun kolaborasi dengan berbagai elemen sekolah mulai dari pengawas, kepala sekolah, rekan pendidik, dan wali murid agar saya dapat menggali potensi murid dengan tetap memperhaikan karakteristik siswa dalam mempersiapkan murid di masa depan menjadi selamat dan bahagia.
Saya sebagai guru lebih tergerak untuk melakukan perbaikan dalam praktik pengajaran di kelas. Selama melakukan perbaikan, saya merasa pembelajaran yang saya laksanakan menjadi lebih menyenangkan, murid lebih bersemangat dan antusias mngikuti pembelajaran.
Ide atau gagasan yang timbul sepanjang proses perubahan sebagai berikut :
1. Perubahan pada rancangan pembelajaran yang terpusat pada murid, dengan pendekatan yang menempatkan murid sabagai fokus utama dalam pembelajaran. Sehingga murid bisa mengembangkan potensi yang dimilikinya.
2. Perubahan metode pembelajaran yang sebelumnya monoton dengan satu metode saja kini sudah lebih bervariasi. Sehingga pembelajaran saat ini lebih interktif, kolaboratif, mandiri dan menyenangkan. Seperti penerapan pembelajaran berbasis game, bebas dari tekanan,dan menyenangkan.
3. Pembelajaran dan pengalaman dalam bentuk catatan praktik baik yang saya lakukan yaitu Saya berkolaborasi dengan teman sejawat untuk berdiskusi menyiapkan perangkat pembelajaran serta mempersiapkan lingkungan belajar yang nyaman. Pada kegiatan pembelajaran saya menyajikan materi pembelajaran dalam bentuk bahan ajar dan LKPD untuk memudahkan murid dalam memperoleh bahan pembelajaran sehingga murid lebih mudah untuk memahami tujuan pembelajaran.
Rangkaian pelaksanaan (perencanaan, penerapan, dan refleksi) aksi. Pertama saya berkonsultasi dengan kepala sekolah dan guru untuk menyusun materi dan LKPD. pembelajaran yang dapat menuntun peserta didik agar dapat menemukan kemerdekaannya dalam belajar yaitu dapat memahami kalimat-kalimat toyyibah dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pada saat penerapan aksi di kelas, saya membuka pembelajaran dengan ice beraking yang seru dan semangat. Pada awal kegiatan pembelajaran ini terlihat siswa-siswa sangat aktif dan sangat menikmati ice breaking.
Sebagai pertanyaan pemantik saya menanyakan "apakah yang akan mereka ucapkan disaat perut kenyang setelah makan?".
Secara serentak siswa saya menjawab "Alhamdulillah" sambil mengusap perut dan tersenyum. Setelah menjelaskan makna dan tujuan kalimat toyyibah, siswa disusun membuat pola lingkaran, masing-masing anak mendapat satu lembar kertas yang berisi kalimat-kalimat toyyibah yang siap diwarnai. Masing-Masing anak hanya boleh mewarnai dengan satu warna saja dalam waktu satu menit, kemudian masing-masing anak memberikan kertas tersebut ke teman sebelahnya dan menyambung warna yang sudah diberikan oleh teman sebelumnya. Begitu terus berpuutar hingga kalimat-kalimat toyyibah itu diwarnai dengan sempurna.
Setelah pewarnaan selesai, masing-masing anak membacakan kalimat toyyibah yang dipegangnya dan menyampaikan kapan waktunya kalimat tersebut dibacakan secara bergantian. Diakhir pembelajaran, Siswa merefleksikan pembelajaran dengan menyebutkan kalimat-kalimat toyyibah secara bersama-sama.
Testimoni Dari Rekan Sejawat
Umi Kalsum S.Pd.
"Perubahan pembelajaran yang di lakukan oleh Bpk. Joni sudah sangat baik. Hal ini terlihat dari awal pembelajaran yang sudah sangat terencana dan berkonsultasi dengan teman sesama guru. Sehingga penyusunan materi dan lembar kerja siswa menjadi lebih matang dan siap untuk diterapkan di sekolah. Pada saat penerapan terlihat siswa sangat bahagia dan antusias apalagi pada saat mewarnai kalimat toyyibah secara bergantian, keiatan ini menampakkan bahwa pembelajaran sangat aktif dan terbangun kolaborasi antar siswa dimana siswa harus mampu menyesuaikan warna yang cocok untuk menyambung warna sebelumnya sehingga menjadi sebuah karya yang baik. di akhir pembelajaran terlihat siswa mampu menghafal kalimat-kalimat tersebut tanpa paksaan dan mereka hafal dengan sendirinya pada saat mewarnai tadi."
JURNAL HASIL PEMANTAUAN PEMBELAJARAN DARING (MODUL 1.1)
Kegiatan Mulai Dari
• Pada modul 1.1 Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara adanya prinsip trilogy
pendidikan, kodrat alam, dan kodrat zaman hingga konsep manusia merdeka. Dari
semua modul 1.1 ini garis merahnya adalah konsep mendidik adalah menuntun. CGP
Joni Juli Yandra mengimplementasikan dengan terus menuntun murid tanpa
memberikan rasa takut dan menjadikan murid sebagai sahabat agar murid merasa
bahagia dalam dunianya. CGP Joni Juli Yandra selalu semangat dan aktif dalam
memotivasi teman-teman CGP lainnya. Selain itu, CGP Joni Juli yandra rajin
berkomentar dan konsultasi dengan Fasilitator dan Pengajar Praktik.
Kegiatan Eksplorasi Konsep
Melalui kegiatan menyimak video dan membaca 3 tulisan KHD. CGP Joni Juli Yandra
sudah dapat mengenal lebih dekat konsep pemikiran KHD tentang tujuan dan asas
Pendidikan berdasarkan pengalaman pembelajaran yang berpusat pada murid (student
cener). CGP joni Juli Yandra dapat menyelesaikan tugas di LMS pada kegiatan
Eksplorasi konsep dengan baik.
Kegiatan Ruang Kolaborasi Sesi 1
CGP Joni Juli Yandra hadir tepat waktu pada kegiatan ini dan aktif menyampaikan
pendapat serta berbagi pengalaman dengan CGP lainnya di ruang Diskusi Virtual
melalui G Meet. CGP Joni Juli Yandra dapat mengikuti kegiatan ini Bersama
fasilitator, Pengajar Praktik, dan bekerja sama dengan CGP lainnya yang
tergabung dalam kelompok 2 yang berjumlah 5 orang dan ditunjuk sebagai ketua
kelompok.
Kegiatan Ruang Kolaborasi 2
Pada kegiatan ruang kolaborasi sesi 2, CGP Joni Juli Yandra mengikuti ruang
diskusi virtual Bersama fasilitator, pengaar praktik, dan CGP kelas 11.05. BGP
JAMBI dengan baik. CGP Joni Juli Yandra tergabung dalam kelompok 2 bertugas
sebagai penanggap berkolaborasi dengan 4 CGP lainnya. Yakni CGP Mimiriyanti, CGP
Andrea Eka Lara, CGP Nur Haida, dan CGP Nofi Karyani yang mempersentasikan hasil
diskusi tentang konsep pemikirn KHD dan kaitannya dengan sosio cultural daerah
local. Kegiatan persentase diskusi kelompok berjalan denga lancer, kelompok ini
memaparkan budaya Lubuk Larangan yang relevan dengan Pendidikan karakter dan
budi pekerti. CGP Joni Juli Yandra menambahkan bahwa konsep tradisi lubuk
larangan ini bisa di kembangkan di sekolah dalam membentuk perilaku dan karakter
baik pada diri anak terutama dalam hal menjaga lingkungan dan kepatuhan terhadap
komitmen Bersama. Selanjutnya kelompok ini sepakat akan terus mengangkat dan
mengembangkan budaya kearifan local agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
Kegiatan Demonsrasi Kontekstual CGP Joni Juli Yandra membuat tugas kegiatan
demonstrasi kontekstual dalam bentuk video yang di unggah di youtube dan
memasukkan link ke dalam LMS. Pemamparan yang disampaikan dalam video sangat
testruktur dan sistematis serta dilengkapi dengan demostrasi penerapan
ide/gagasan sesuai dengan pemikiran KHD. Kegiatan Elaborasi Pemahaman CGP Joni
Juli Yandra hadir tepat waktu pada kegiatan elaborasi pemahaman Bersama
insturktur nasional Teguh Purwantari pada hari Kamis, 27 Juni 2024. CGP Joni
Juliyandra aktif menyimak dan memberikan jawaban atas pertanyaan dari instruktur
di Ruang Diskusi Virtual dan mengisi refleksi pada link Padled serta lansung
mengsi jurnal penilaian CGP pada instruktur.
Kegiatan Koneksi Antar Materi
CGP Joni Juli Yandra membuat tugas kegiatan koneksi antar materi dalam bentuk
video yang di unggah di youtube danmemasukkan linknya ke dalam LMS. CGP joni
Juli Yandra dapat membuat kesimpulan dan menjawab pertanyaan koneksi antar
materi yang ada di LMS dengan baik. CGP Joni Juli Yandra sudah menunjukkan
adanya perubahan positif setelah mendalami modul 1.1 yakni dari teacher center
menjadi student center, pembelajaran yang menyenangkan dan mengutamakan
Pendidikan karakter yang mencerminkan pemikiran KHD.
Kegiatan Aksi Nyata
CGP Joni Juli Yandra sangat enjoyable saat melakukan prubahan di kelas. Saat
melakukan perubahan, seorang pendidik harus memperhatikan kodrat alam dan kodrat
zaman murid dengan menyesuaikan penggunaan penedkatan, strategi, metode, Teknik
pembelajaran, dan media yang mampu melayani berbagai gaya belajar baik audio,
visual, dan kinestetik yyang lebih dikenal dengan pembelajaran berdiferensiasi.
Ide atau gagasan yang timbul sepanjang proses perubahan : Mengenal kodrat murid
masing-masing melalui tes dianostik non kognitif, membuat keyakinan kelas dan
merancang konsep pembelajaran yang menyenangkan dan berpihak pada murid.
Pembelajaran dan pengalaman dalam bentuk catatan praktik baik: Pembelajaran yang
menyenangkan dan berpihak pada murid dikemas dalam bentuk permainan mampu
meransang setiap perkembangan murid sesuai dengan usianya. Setiap anak adalah
unik, anak memiliki potensi yang berbeda-beda dan tugas seorang pendidik adalah
menuntunya. CGP Joni Juli Yandra sudah mendokumentasikan kontribusi nyata
penerapan pemikiran Ki Hajar dewantara di sekolah dan membawa perubahan positif
mulai dari diri sendiri yang selanjutnya bisa menjadi role model khususnya bagi
murid dan juga rekan sejawat.
Kamis, 16 Januari 2014
SANGGAR KUBU BUNGO
sekali koh awak dak nak nulis apo apo,,,cuma nak ngasih nengok photo kegiatan Sanggar KUBU BUNGO, Itu ajo. neh kmaren kito mendadak di undang di Pestival Music Ethnic Nasional di Taman Pemuda Cibubur yang di selenggarakan KEMENPORA. dengan persiapan sehari mulai dari rekrut team, siapin alat musik, aransment, trus latihan. kami selesai kan dalam waktu setengah hari ajo. lepas tuh malam nyo kami berangkat ke jambi sampai di sano pagi jam 06 : 00 WIB. jam 7 sayo berangkat ke galeri batik jambi untuk beli bahan untuk kostum nampil. bayangkan nco ntah kayak mano nak buat nyo kostum ajo baru di beli bahan nyo. pagi jam 10 kami berangkat dak pakai mandi lagi.hehheeh biasolah orang dusun ke kota...tapi bagai mano pun kami ko tetaplah elok elok galo...
iko photo nyo awak bagikan..
Hanny ama Syamsimar pakai tengkuluk bakul balik mandi kreasi Andra
Ii', Andra, Atta, Nanda PD gak PD namanya juga kostum etnhic garapan dadakan HAHHHAHHA
Kontingen Prov. Jambi Sanggar Kubu Bungo, Atta, Andra, Ii, Hanny, Putra, Nanda
Andra dengan Kulintang Kayu dan Talempong
Beliau ne sebenar nya gak penting,,, hahah tapi nggak ada beliau gak berangkat. H. Marwan Fadli SH
( Ketua KUBU BUNGO )
Kontingen Bali
kontingen SuroKarto
Kontingen Makasar
Kontingen Madura
Kamis, 15 Agustus 2013
TENGKULUK SIMBOL KELUHURAN BUDI WANITA JAMBI
Tengkuluk berarti penutup kepala dan sering disebut takuluk atau
kuluk. Selain berfungsi sebagai salah satu pelengkap busana tradisional,
tengkuluk juga bisa digunakan dlm acara formal, pesta adat serta
pelindung kepala saat di sawah. Seiring bergulirnya waktu, fungsi
tengkuluk tidak hanya sekedar penutup kepala saja, tetapi menjadi lebih
kompleks, sebagai alat atau penunjuk agama dan status sosial. Hingga
kini, tengkuluk masih tetap setia menjadi simbol kecantikan dan keluhuran budi wanita
Melayu Jambi. hingga saat sekarang tengkuluk dalam bentuk asli masih di pakai oleh orang - orang tua di dusun dusun, yang mena penggunaan tengkuluk yaitu dengan melilitkan kain di atas kepala sesuai dengan pungsinya, tanpa menggunakan peniti ataupun jarum. cerminan keluhuran budi terlihat pada saat wanita wanita jambi hendak keluar rumah mereka tetap akan menutup kepala mereka. di dalam islam ini di wajibkan karna menutup aurat itu wajib. di dalam adat ini mencerminkan kesopanan dan penghormatan terhadap ninek mamak. karna jika wanita yang keluar rumah tanpa menutup kepala pada masa itu di anggap sebagai wanita yang tidakpunya kesopanan. selain itu cerminan keluhuran budi wanita melayu juga terlihat pada saat menerima tamu lawan jenis ke rumah. maka wanita empunya rumah belum akan keluar untuk menyambut tamu atau menghidangkan minuman sebelum dia menutup kepalanya minimal dengan melilitkan tengkuluk di atas kepalanya.
sorang nenek dengan baluta tengkuluk hariannya
keluar rumah tetap pakai tengkuluk
tengkuluk ke humo / ketalang petang
di rumah membuat ambung tetap pakai tengkuluk
tengkuluk cincin duo di acara adat
Menurut Budayawan Jambi, Junaidi T Noor, berdasarkan sejarah
Tengkuluk diambil dari patung perempuan mengenakan pentutup kepala di
Lahat, Sumsel, Pada masa sebelum Masehi, tepatnya pada zaman Melayu Tua.
Seorang wanita yang mengenakan tengkuluk akan terlihat anggun dan
berwibawa. hingga saat ini di era modern. penggunaan tengkuluk masih di pakai para wanita jambi di acara - acara resmi. seiring dengan perkembangan zaman wanita jambi saat ini yang menggunakan tengkuluk hanya wanita yang berusia rata-rata 40 tahun keatas. hal ini di sebabkan bergesernya nilai dan norma kesopanan, serta jilbab di pandang lebih simpel dan mudah pemasangannya dari pada tengkulik. namun di sisi lain pengguna jilbab tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan tengkuluk, karana ratu munawarah sudah mengembangkannya hingga tengkuluk bisa di pakai walaupun bagi wanita yang berjilbab. bahkan sudah merambah pada komunitas hijabers yang mengembangkan bentuk tengkuluk menjadi lebih modis dan sesuai dengan padu padan busana muslimah saat ini. dan ini tentunya menjadi salah satu motivasi bagi masyarakat jambi untuk memasyarakatkan tengkuluk pada masyarakat luar jambi hingga nasional. karna songket atau kain batik jambi memang memiliki motif yang sangat unik dan memadukan antara klasik dan modren. sehingga pengguna kain ini akan terlihat nuansa ethnik namun tetap modis...
Ada aturan dalam memasang tengkuluk, yaitu apabila kain menjuntai ke
arah kanan menandakan bahwa wanita itu telah bersuami dan apabila kain
menjuntai ke arah kiri berarti ia adalah seorang gadis. pemakaian
tengkulukpun bervariasi, mulai dari pemakaian yang simpel hingga
membutuhkan keterampilan khusus.
Di Jambi sendiri ada tengkuluk yang memiliki 86 jenis lipatan, tapi
yang sudah dibukukan baru 42 jenis. Beberapa jenis tengkuluk diantaranya
Bunga Rampai, Daun Jeruk, Daun Sirih Terurai, Pulau Rengas,Tekuluk
Pinang, Tekuluk Pedado dan Tekuluk Cempako. Banyaknya lipatan pada
tengkuluk menunjukkan perbedaan masing-masing wilayah di Provinsi Jambi.
Tengkuluk untuk Kabupaten Merangin memiliki 40 lipatan.
Rabu, 14 Agustus 2013
TRADISI LISAN KUNO MELAYU JAMBI
Tradisi lisan, budaya lisan dan adat lisan adalah pesan atau kesaksian yang disampaikan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Pesan atau kesaksian itu disampaikan melalui ucapan, pidato, nyanyian,
dan dapat berbentuk pantun, cerita rakyat, nasihat, balada, atau lagu.
Pada cara ini, maka mungkinlah suatu masyarakat dapat menyampaikan sejarah lisan, sastra lisan, hukum lisan dan pengetahuan lainnya ke generasi penerusnya tanpa melibatkan bahasa tulisan.
Jambi sebagai salah satu kelompok subetnis Melayu di Nusantara, memiliki khazanah sastra yang cukup banyak, yang disebut dengan sastra Melayu Jambi. Maizar karim mengatakan Pada umumnya sastra Melayu Jambi yang sampai kepada
kita berasal dari periode datangnya Islam, yaitu akhir abad ke-13—16.
Walaupun demikian, tidak jarang sastra itu mencerminkan juga
bentuk-bentuk folklore Melayu Jambi dan nilai-nilai seni dari
zaman Hindu-Budha, yaitu abad-abad pertama sampai dengan pertengahan
abad ke-14 M. Teks-teks sastra tersebut merupakan sumber yang dapat
menambah wawasan dan pemahaman atas sebagian warisan budaya nenek
moyang. Ia memiliki nilai yang sangat tinggi, yang di dalamnya
terkandung alam pikiran, perasaan, adat-istiadat, kepercayaan, dan
sistem nilai masyarakat Melayu Jambi masa lampau.
Dari beberapa pemahaman tersebut, dapat kita pahami bahwa jambi sangat kaya dengan budaya yang berbentuk tradisi lisan yang berkembng di tengah masyarkat hingga saat sekarang. dan sastra yag berbentuk tradisi lisan ini memiliki khas dan keagungan tersendiri bagi msyarakat jambi itu sendiri.karya cipta masyarakat ini tidak hanya menggambarkan permukaan. tapi, juga menggambarkan perasaan di dalam jiwa masyarakat.yang memiliki nilai hubungan antara manusia dengan sang pencipta, manusia dengan alam, manusia dengan manusia,dan manusia dengan dirinya sendiri.
sehngga dengan adanya upaya penjagaan,regenerasi, penurunan, dan upaya melestarikan tradisi lisan ini akan menambah kekayaan budaya bangsa serta menjadi khasanah nusantara khususnya jambi itu sendiri. karna Jambi akan di kenal oleh masyarakat luar melalui budaya yang unik dan di jaga serta menjadi bagian bagi masyarakat jambi.
Minggu, 11 Agustus 2013
SASTRA LISAN KRINOK
Mestro Krinok Rantau Pandan
Krinok merupakan salah satu tutur kata yang di lantunkan dengan irama dan di iringi melody sehingga menjadi lagu yang bersifat free meter, cengkok yang khas di dalam lantunan krinok ini memberikan nilai keindahan tersendiri bagi penikmat kesenian ini.
Krinok pada awalnya di tutur atau di lantunkan sebagai pelampiasan perasaan / ekpresi emosi penutur itu sendiri tampa iringan musik atau melodi apa pun, sehingga lirik atau kata- kata yang di lantunkan bersifat free atau bebas sesuai dengan suasana hati penutur pada saat itu. rasa rindu, iba, hina, dan beragam rasa lainnya di tuturkan dalam bentuk pantun yang di lantunkan sesuai dengan irama krinok. yaitu vocal tunggal dengan tutur yang bernada tinggi.
Seiring dengan perkembangan zaman. kesenian ini beranak dari tradisi lisan menjadi sebuah pertunjukan yang di iringi dengan biola, gong, gendang, dan kulintang kayu. dan menjadi musik latar dalam sebuah pertunjukan tariu tauh yang sering di tampilkan pada saat berelek gedang atau baselang dalam masyarakat adat kabupaten BUNGO.
Krinok pada generasi awal mendapat pertentangan dalam kalangan ulama' dan pegawai syra', hal ini di sebabkan liriknya yang berisi ratapan yang seakan akan mengkufuri ni'mat yang sudah di berikan tuhan. juga dari kalangan masyarakat adat yang mana kesenian ini juga terkadang dapat menyebabkan perceraian dalam rumah tangga di sebabkan rasa cemburu berlebihan sang istri di kala suaminya ikut menari tauh atau berbalas pantun krinok dengan wanita lain atau sebaliknya, di dalam suatu pesta. makanya masyarakat adat pun memandang hal ini menjadi penyebab rusaknya tatanan rumah tangga dan adat.
Namun sesuai dengan perkembangan zaman hal tersebut tidak terjadi lagi. karena pola pemikiran masyarakat yang sudah modren, dan hanya menganggap kesenian ini sebagai sebuah pertunjukan hiburan biasa yang aplikasinya hanya sebatas di panggung saja. Sehingga hal tersebutlah yang menadi dasar bagi mana krinok itu dapat di pertahankan sebagai khasanah budaya yang berakar dari tradisi lisan masyaraka melayu kuno.
Mulya Jaya dalam tulisannya Mengatakan Dinamika krinok di Kabupaten Bungo berkaitan erat dengan perkembangan kebudayaan melayu jambi dan minangkabau. Kebudayaan merupakan hasil cipta, rasa dan karsa manusia oleh karenanya kebudayaan dengan sendirinya akan mengalami perubahan dan perkembangannya seiring dengan kehidupan manusia. Perkembangan diarahkan demi kepentingan manusia karena kebudayaan diciptakan oleh dan untuk manusia sendiri.
Berikut penulis tuliskan beberapa lirik krinok behibo hati yang sudah pernah di tampilkan di beberapa pementasan seni di daerah
KRINOK BAHIBO
oleh : ANDRA JULIANDRA
( sampiran )
hooooo ho ho hoiiiiiiiiiiiiii dek
hoooooo hoooo hoooiiiiiiiiii apo di arapppp yoooooo dek kepado padi
apoo di haraaap eyooooo dek kepado padi
babuah idak bahumo idak
buah nan ado lah hampo puloooooooo
la hamppooooo puloooo yoooooooooo dek
tinggi nian kau durian
tinggi manyulang si mao aghi
mano pulak tumbuh sebatang
idak selaghik lah dingan kanti
dingan kantiiiiiiii yooooooooooo dek sayang hoiiiiii
( jawab )
hooooooo hoho hohooiiiiiiiiiiiiiiiiii apo di harapppppp yoooooo dek kepado kami
apo di harrraaaaappp yoooooo dek keapdo kami
batuah idak bagheto idak
tuah nandi lah hino puloooo
lahinooooooo puloooo yyoooo dek
malang nian lah nasip badan
sukat aku lain di kanti
idak sajunjung dingan kacang
idak selaghik dengan padi...
dingan padieeeeeeeeeeyooooooo dek sayang hoiiiii
lirik tergantung lagheh atau bentuk tutur yang akan di lantunkan
bisa pantun 4 bait, 6 bait, atau pantun 8 bait seperti yang sudah penulis sampaikan.
namu terlepas dari apa dan bagaiman pun itu, jika kesenian ini benar benar di lantunkan dari perasaan, maka kata- kata yang akan di tuturkan akan datang dengan sendiri sesuai dengan imijinasi dan perasaan penutur pada saat itu. sehingga ini lah sebab kenapa tidak ada lirik baku dari kesenian krenok ini
untuk video silahkan kunjungi http://www.youtube.com/watch?v=gZRsjDBfpIQ
.png)
.png)





.jpeg)




















